UNISDA 9 Feb 2024– Sebuah prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Lamongan. Farah Tsabita Tasya, mahasiswi Program Studi Ilmu Politik, berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Ceramah / Da’i Nasional Festival Da’i Tebuireng 2024, yang diselenggarakan oleh organisasi KUDAIRENG (Kumpulan Da’i Tebuireng). Ajang ini diadakan di Pondok Putra Pesantren Tebuireng, Jombang, dan menghadirkan tahap kompetisi secara online dan offline.
Kompetisi berlangsung dua tahap. Pada Tahap 1, peserta diminta membuat video pidato berdurasi 5 menit, kemudian diunggah ke YouTube dengan format tertentu dan menandai kanal Kudaireng Official serta Tebuireng Official. Dari ratusan peserta, hanya 80 terbaik yang kemudian maju ke Tahap 2 — semi final yang diselenggarakan langsung di pesantren Tebuireng.
Farah mengaku sangat bersemangat mengikuti lomba ini karena tema yang diangkat bersifat “bebas bernuansa Islam”, memberi ruang luas bagi kreativitas pesan dakwah. “Saya sangat bersyukur bisa berada di antara juara. Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi kesempatan untuk menyampaikan pesan damai dan inspiratif kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, persiapannya tak mudah: menyiapkan materi ceramah, merekam video dengan kualitas baik, dan menyusun naskah yang menyentuh hati. “Saya ingin menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang relevan bagi teman-teman sebaya saya, supaya dakwah terasa dekat dan inspiratif,” tambah Farah.
Pihak Program Studi Ilmu Politik UNISDA menyampaikan kebanggaannya atas prestasi Farah. Menurut dosen pembimbing, keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Ilmu Politik tidak hanya kompeten dalam analisis sosial-politik, tetapi juga mampu menyuarakan nilai-nilai moral dan spiritual melalui dakwah.
Panitia penyelenggara, KUDAIRENG Tebuireng, memberikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme peserta dan kualitas konten dakwah yang dihasilkan. Selain juara, semua peserta nasional mendapat pengalaman berharga, jejaring, dan penghargaan berupa sertifikat serta kesempatan menghadiri final di pesantren. Kesuksesan Farah menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Ilmu Politik UNISDA mampu berkiprah di ranah dakwah nasional, sekaligus menguatkan identitas sebagai pemikir muda yang berdakwah dengan penuh integritas