FISIP Unisda Gelar Diskusi Publik: Bedah Visi dan Misi Calon Presiden, Dorong Mahasiswa Melek Politik dan Kritis

Lamongan – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Darul ’Ulum (Unisda) Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kesadaran politik generasi muda. Pada Selasa, 1 Oktober 2024, FISIP Unisda menggelar kegiatan Diskusi Publik bertema “Bedah Visi dan Misi Calon Presiden 2024: Menakar Masa Depan Demokrasi Indonesia”.

Kegiatan yang diinisiasi oleh BEM FISIP Unisda ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa lintas program studi, dosen, dan pegiat politik muda di Kabupaten Lamongan. Diskusi tersebut menghadirkan para narasumber dari kalangan akademisi, pengamat politik, serta perwakilan dari partai politik pendukung calon presiden.

Dekan FISIP Unisda dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab akademik dalam memberikan pendidikan politik yang cerdas, objektif, dan beretika kepada mahasiswa.“Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena politik praktis. Namun mahasiswa perlu memahami arah kebijakan calon pemimpin bangsa agar memiliki kesadaran politik yang matang,” tegasnya.

Selama diskusi berlangsung, para narasumber mengulas secara mendalam visi, misi, serta program kerja para calon presiden dari berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan diplomasi internasional. Mahasiswa FISIP Unisda terlibat aktif memberikan analisis kritis dan argumentasi akademik, menandakan tingginya minat mereka terhadap isu-isu kebangsaan.

Presiden BEM FISIP Unisda menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan untuk berpihak pada salah satu calon, melainkan sebagai bentuk edukasi politik dan latihan berpikir kritis bagi mahasiswa.“Diskusi publik ini menjadi ruang belajar bersama agar mahasiswa mampu menilai visi dan misi calon pemimpin dengan nalar ilmiah, bukan fanatisme,” ujarnya.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan dinamis. Beberapa mahasiswa menyampaikan pandangan mereka tentang tantangan demokrasi digital, isu kesejahteraan sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Setiap pandangan dihargai, mencerminkan bahwa FISIP Unisda berperan aktif membangun tradisi dialog terbuka dan menghormati perbedaan pendapat.

Salah satu peserta, Ahmad Farhan, menyatakan bahwa kegiatan ini menambah wawasannya dalam memahami politik secara objektif. “Kami jadi tahu bagaimana cara menilai janji-janji politik secara rasional, bukan emosional,” ungkapnya.

Acara ditutup dengan kesimpulan bahwa mahasiswa perlu terus dilatih untuk berpikir kritis, objektif, dan berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi Pancasila. FISIP Unisda berkomitmen menjadikan kampus sebagai miniatur demokrasi yang sehat, tempat lahirnya intelektual muda yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.