Lamongan – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan menggelar kegiatan bertajuk “Diplomasi Rasa: Menyapa Dunia Melalui Cita Rasa Nusantara”, bersama mahasiswa asal Southern Leyte State University (SLSU), Filipina, pada Sabtu (9/5/2025).
Acara ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan internasional antar mahasiswa dan memperkuat pertukaran gagasan lintas budaya, khususnya antara Indonesia dan Filipina.
Kegiatan “Diplomasi Rasa” dikemas dengan nuansa keakraban. Mahasiswa kedua negara saling memperkenalkan makanan khas daerah, budaya tradisional, serta berdiskusi ringan mengenai isu sosial dan politik global.
Presiden BEM FISIP Unisda (Nizam Ardiansyah), dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar acara kuliner, melainkan simbol persahabatan dan diplomasi mahasiswa. “Melalui rasa, kita bisa memahami karakter dan keindahan budaya bangsa lain. Ini adalah bentuk diplomasi yang sederhana tapi bermakna,” ujarnya.
Acara ini juga menjadi bagian dari implementasi program Student Change dan kerja sama internasional antara Unisda Lamongan dan SLSU Filipina. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk memperluas wawasan global, menumbuhkan empati antarbangsa, serta mengasah kemampuan soft diplomacy yang sangat dibutuhkan dalam dunia politik dan hubungan internasional.
Perwakilan mahasiswa Filipina, Maria Isabel, menyampaikan kesannya bahwa Indonesia memiliki budaya yang hangat dan ramah. “Kami merasa seperti di rumah sendiri. Melalui acara ini, kami belajar bagaimana budaya dan politik bisa saling melengkapi dalam membangun perdamaian,” katanya.
Dekan FISIP Unisda (Midkholus Surur), dalam sambutannya, mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang mampu menjadikan kampus sebagai ruang pertemuan ide dan persahabatan antarnegara.
“FISIP Unisda terus mendorong mahasiswanya untuk aktif dalam kegiatan internasional. Diplomasi rasa ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita siap menjadi bagian dari masyarakat global,” tuturnya.
Acara diakhiri dengan pertukaran cendera mata dan penampilan seni budaya dari kedua negara, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan saling menghargai perbedaan.
“Diplomasi Rasa” menjadi langkah nyata BEM FISIP Unisda dalam membangun jembatan hubungan internasional melalui pendekatan budaya, rasa, dan gagasan global, menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perdamaian dan kolaborasi antarbangsa.